Polsek Batui Sidangkan Penjual Miras Cap Tikus

polresbanggai.com – Polsek Batui melakukan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) perda miras terhadap terdakwa CY (33) Warga Kelurahan Sisipan, di Pengadilan Negeri Luwuk, Jumat (8/11).

Dalam sidang tersebut hakim memvonis terdakwa dua bulan kurungan penjara dan denda Rp. 20 Juta.

Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto SIK M.Si, melalui Kapolsek Batui Iptu IK. Yoga W SH, mengungkapkan, terdakwa CY pernah diingatkan agar tidak lagi menjual miras jenis cap tikus kepada masyarakat.

“Kami telah beberapa kali melakukan pembinaan terhadap terdakwa, namun tak diindahkan,” ungkap Kapolsek.

Iptu Yoga menuturkan, proses lanjut hingga ke meja hijau ini dilakukan guna memberikan efek jera terhadap terdakwa sehingga tidak mengulangi perbuataanya lagi.

“Semoga terdakwa bisa sadar bahwa yang dilakukannya itu merupakan perbuatan melanggar hukum,” terang Iptu Yoga.

Iptu Yoga mengatakan, Polsek Batui akan terus berperang melawan peradaran miras demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami sangat serius menangani miras. Jadi jika masih ditemukan maka akan ditindak tegas,” tandas Kapolsek.

Sebelumnya, pada Kamis (31/10) Polsek Batui mengrebek sebuah rumah di Kelurahan Sisipan karena diduga menjual miras jenis cap tikus.

Dalam penggrebekan itu, Polsek Batui menemukan 80 kantong cap tikus siap edar. Puluhan kantong minuman haram itu disimpan pelaku di dalam tanah di kebun belakang rumah yang ditutup dengan daun kelapa.* Humas Polres Banggai

Pidana Ringan (Tipiring) perda miras terhadap terdakwa CY (33) Warga Kelurahan Sisipan, di Pengadilan Negeri Luwuk, Jumat (8/11).

Dalam sidang tersebut hakim memvonis terdakwa dua bulan kurungan penjara dan denda Rp. 20 Juta.

Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto SIK M.Si, melalui Kapolsek Batui Iptu IK. Yoga W SH, mengungkapkan, terdakwa CY pernah diingatkan agar tidak lagi menjual miras jenis cap tikus kepada masyarakat.

“Kami telah beberapa kali melakukan pembinaan terhadap terdakwa, namun tak diindahkan,” ungkap Kapolsek.

Iptu Yoga menuturkan, proses lanjut hingga ke meja hijau ini dilakukan guna memberikan efek jera terhadap terdakwa sehingga tidak mengulangi perbuataanya lagi.

“Semoga terdakwa bisa sadar bahwa yang dilakukannya itu merupakan perbuatan melanggar hukum,” terang Iptu Yoga.

Iptu Yoga mengatakan, Polsek Batui akan terus berperang melawan peradaran miras demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami sangat serius menangani miras. Jadi jika masih ditemukan maka akan ditindak tegas,” tandas Kapolsek.

Sebelumnya, pada Kamis (31/10) Polsek Batui mengrebek sebuah rumah di Kelurahan Sisipan karena diduga menjual miras jenis cap tikus.

Dalam penggrebekan itu, Polsek Batui menemukan 80 kantong cap tikus siap edar. Puluhan kantong minuman haram itu disimpan pelaku di dalam tanah di kebun belakang rumah yang ditutup dengan daun kelapa.*Humas Polres Banggai

You may like

In the news
Load More
%d bloggers like this: