Polresbanggai.com – Tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Banggai mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banggai untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Dalam sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala, petugas mencatat sebanyak 76 pelanggaran lalu lintas, naik 75% dibanding tahun lalu.
Mayoritas pelanggaran merupakan pelanggaran kasat mata, di antaranya pengendara tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari satu orang, tidak mengenakan sabuk pengaman, hingga penggunaan knalpot brong.
Patroli difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, dengan menyasar jam-jam rawan, khususnya pada waktu berangkat dan pulang sekolah serta jam aktivitas kerja.
Selain patroli, petugas juga mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas melalui tatap muka langsung dengan masyarakat serta pembagian brosur keselamatan berkendara.
Kasat Lantas Polres Banggai, IPTU Ade Irvan Rivai Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran serta kecelakaan.
“Sejauh ini masih tinggi pelanggaran dan kecelakaan, kami mengedepankan pendekatan edukatif agar dapat ditekan,” ujarnya.
IPTU Ade menegaskan keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan budaya masyarakat, bukan semata karena kehadiran petugas. Menurutnya, banyak kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran kecil yang sering dianggap sepele.*HumasPolresBanggai